Jumat, 08 April 2011

PENYEBAB NAIK DARAH

Oleh ; Khoirur Roziqin

  1. Kondisi Kecewa

    Dalam kondisi kecewa amarah sangat mudah sekali terpancing. Logikanya pada kondisi kecewa kita pasti ingin melampiaskan kekecewaan itu kepada seseorang yang melakukan kesalahan yang membuat kecewa. Di samping itu kondisi tekanan darah pada titik rawan untuk marah. Sedikit gangguan atau sugesti internal maupun eksternal dapat menyemai bibit kemarahan yang luar biasa.

  2. Banyak Kewajiban

    Keadaan sibuk sering kali mebuat kita tidak ingin diganggu sedikitpun sebelum semuanya beres. Ketidakmampuan dan beban yang kita pikul membuat pikiran kita semerawut, bagai bumbu soto yang sedang diblender. Dan pada keadaan inilah kecendurngan marah dapat timbul begitu saja tanpa ada sebab musababnya.

  3. Perbedaan Pendapat

    Perbedaan gagasan adalah satu dari berbagai faktor yang dapat menyebabkan kita marah. "isi kepala satu dengan lainnya tidak akan sama" begitu kata sang penulis. Kami mengiyakan. Mamang tidak akan pernah sama isi pikiran setiap orang. Dan ketidaksamaan itulah yang dapat membuat kita marah. Rasa tidak terima saat ode kita dicampakkan begitu saja dapat menjadi boomerang yang manjur bagi kesabaran kita.

  4. Kecemburuan Sosial

    Dalam konteks ini kami menyubstansikannya dalam makna universal. Baik kecemburuan di kalangan dua sejoli atau kecemburuan sosial antar individu yang berlainan. Bila kecemburuan dalam konteks cinta itu sudah biasa kita lihat dimana-mana. Tapi kecemburuan sosial di suatu institut atau lembaga tertentu dapat juga mengakibatkan amarah.

  5. Saat Kepercayaan di Siasiakan

    Sangat tidaklah nyaman perasaan kita jika kepercayaan yang kita pasrahkan disia-siakan sungguh retak salah satu fragmen hati kita. Kekecewaan yang tiada batas meluapkan bah kemarahan yang menyapu segala yang ada dihadapannya. Rohani dan Jasmani seakan remuk tak berbentuk. Di saat inilah dibutuhkan objek kamarahan yang tidak luput dari pelaku penyia-nyian kepercayaan. Dan akibatnya akan sangat fatal bila tidak ada pengontrol kestabilan amarah.

  6. Pemaksaan

    Satu dari seribu faktor amarah adalah pemaksaan yang dianggap tidak ada gunanya bagi pihak yang dipaksa. Adalah beban hati yang sangat pekat dan tak terhindarkan dari rasa jengkel, kesal, dan amarah pula. Ketidak senangan itulah yang menyebabkan amarah kita mencuat begitu saja.

  7. Iri

    Melihat sesuatu yang membuat kita malu karena kita tidak bisa adalah faktor penyebab amarah yang tidak pernah terbantahkan. Marah karena kita tidak bisa melakukannya namun orang itu bisa, amarah ini cenderung kepada amarah yang sifatnya konstruktif. Karena dengan adanya perasaan seperti ini kita dapat terobsesi untuk mempelajari dan berusaha untuk bisa hal itu, sehingga kita tidak iri dan malu lagi pada mereka.

  8. Perkataan yang Tidak Diindahkan

    Betapa tidak stabilnya emosi kita jika antusiasme audience terutama teman-teman kita sangat rendah saat kita berbicara atau menyampaikan sesuatu. Pahit mungkin rasanya. Betapa tidak saat kita ingin memberikan sesuatu yang penting dan mereka butuhkan malah mereka tidak menggubrisnya sama sekali. Pasti akan timbul di benak kita "kalau tahu gini lebih baik tidak usah saya kasih tahu aja tadi". Itu tak terbantahkan.

0 komentar:

Posting Komentar